banner 728x250

Meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke museum melalui publikasi media

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 17.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Majene- Sulbar. Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar).kabupaten Majene melaksanakan kegiatan publikasi museum melalui Media Cetak dan media online serta Media elektronik.
Melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP MTB 2025
Kegiatan ini berlangsung di Museum mandar Majene Senin 22 Desember 2025.

Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar)kabupaten Majene, Ahmad jamaan Dalam sambutannya Menyampaikan “bahwa langkah penting dalam meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke museum sekaligus menumbuhkan kesadaran dalam pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Dalam menguatkan identitas kita untuk memperluas jangkauan informasi tentang sejarah dan budaya Mandar dan tentu kita harus paham akan terus kembangkan kedepan terutama dalam hal menyajikan koleksi-koleksi sipatnya mengaju di pembelajaran, apa lagi sekarang ini kurikulum disekolah itu sangat memberikan dukungan.

Dalam artian bahwa saat ini sekolah menggunakan museum sala satu nya menjadi objek atau pembelajarannya melalui sebuah kurikulum merdeka sehingga banyak pelaporan yang di lakukan dari museum untuk mengantisipasi trending yang tak terkini seperti program museum masuk sekolah, supaya sekolah pemuda pelajar kita mengetahui informasi tentang museum dan mereka mudah bisa mengakses” ungkapnya

Menurutnya” baik mengakses sebagai tempat rekreasi maupun akses nya sebagai sumber belajar, itulah yang kita lakukan ingin kerjasama di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah untuk memperluas akses museum kita ini melalui media online dan media cetak serta media elektronik untuk mendorong para pengunjung dan menjaga koleksi yang ada dimuseum di era digital untuk memastikan informasi tetap tersampaikan ke masyarakat”Tutur nya

Oleh karena itu museum bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan juga sarana pendidikan yang menjadi kebanggaan bersama masyarakat Majene.tanpa adanya publikasi media cetak dan online di saman era digital pasti tidak mengetahui informasi tentang koleksi yang ada di museum “Pungkasnya

Di tempat yang sama Kepala UPTD Museum Mandar Majene Susanna” menyampaikan “pengenalan budaya lokal terus dilakukan oleh pengelola Museum Mandar melalui publikasi media. memiliki peran strategis untuk menjembatani museum menjadikan pusat literasi kebudayaan dan menjadikan pelataran museum untuk di jadikan tempat senam oleh masyarakat kabupaten Majene maupun luar daerah Dengan adanya publikasi media.

Museum Mandar menyimpan berbagai koleksi berharga seperti foto koleksi, berbagai macam -macam benda seperti pakaian adat, senjata naskah kuno, serta dokumentasi sejarah kerajaan mandar koleksi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi yang perlu dikenalkan secara luas agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

pengelola Museum Mandar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan menjalin kerja sama dengan media, institusi pendidikan, dan komunitas budaya, demi menjaga keberlanjutan museum untuk kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Mandar sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi “Pungkasnya

Kegiatan ini dihadiri langsung Sekretaris Disbudpar Majene Muhammad Alfiat Mulwan, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Majene Muhammad Irsyan, Kepala UPTD Museum Mandar Majene Susanna, serta Pemandu Museum Mandar Majene Tammalele serta jajaran Disbudpar Majene.

Penulis: Muh.syahrilEditor: Mustajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *