banner 728x250

SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GISI (SPPG) DAN MAKANAN BERGISI (MBG) DI LINGKUNGAN SALEPPA DI DUGA MEMBERHENTIKAN KARYAWAN SECARA SEPIHAK”

Referensi aktual mapj majene sul bar. Satuan pelayanan pemenuhan gisi (sppg) dan makanan bergisi (mbg) yang terletak di lingkungan saleppa, kelurahan banggae, kecamatan banggae, kabupaten majene, provinsi sulawesi barat

 

“lagi lagi mendapat sorotan dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat, bagaimana tidak, sejumlah karyawan dan pekerja yang di janjikan akan di berikan pekerjaan sebagai karyawan makanan bergisi tiba tiba di berhentikan dengan tidak hormat dengan alasan yang tidak jelas.

 

kronologis pemberhentian dari ke empat karyawan tersebut bermula dari cerita salah seorang calon karyawan makanan bergisi (mbg) yang berinisial ER, dia menceritakan kejadian yang menimpa mereka kepada awak media referensi aktual mapj saat mendatangi

 

sabtu tanggal 3 januari 2026, “bahwa begini pak, awalnya kami di suruh pinjam ijasah smp, kemudian di tolak, lalu kami di suruh lagi pinjam ijasah sma/smk,nah di situ baru di terima, kemudian selanjutnya kami di suruh lagi mengurus skck, surat ketetangan dokter dan surat bebas temuan narkoba, dan semuanya itu kami bayar pak, skck 30 rb, keterangan dokter 60 rb dan surat bebas narkoba sebesar 70 rb. jadi kami ini sangat kecewa pak, ucapnya lirih “….ke empat karyawan yang merasa tersakiti dan di zholimi ini,

 

mendatangi panitia atau pelaksana program makanan bergisi (mbg) di lingkungan saleppa untuk mempertanyakan perihal pemberhentian mereka, namun, penanggung jawab atau pengurus sppg dan makanan bergisi tdk berada di tempat. kasus yang menimpa ke empat calon karyawan mbg tersebut di mohon kiranya agar menjadi perhatian serius oleh istansi atau aparat penegak hukum (APH), sebab di sinyalir ada dugaan pembohongan publik yang di lakukan oleh oknum pengurus sppg dan makanan bergisi.

 

“Dan lebih parahnya lagi, mereka sudah di beri baju seragam sppg dan sudah di interviuw bahkan mereka sudah di pekerjakan mencuci dan membuka ompreng, namun harapan pupus sudah setelah mereka mengetahui kalau impian untuk menjadi karyawan makanan bergisi cuma tinggal kenangan.

 

selama dua bulan penuh mereka luangkan waktu untuk mengurus pemberkasan tersebut, tidak kenal lelah, kadang pergi pagi pulang malam, demi untuk sebuah pekerjaan yang mulia dan menjanjikan itu.

 

kepada bapak presiden prabowo dan para penegak hukum, sudilah Kiranya dapat menanggapi persoalan ini, agar tidak menimbulkan kesan buruk terhadap masyarakat, dan program yang sangat mulia ini tidak ternoda oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, dan ke empat karyawan ini yang berinisial, ER, RN, NR serta LN meminta pertanggung jawaban dari pengurus makanan bergisi (mbg) serta kepala sppg agar kiranya dapat berlaku adil terhadap mereka, sebab bukan hanya kerugian materi yang mereka alami,.

tetapi juga tenaga dan waktu mereka terbuang.

 

Menurut pihak SPPG saleppa mimit saat dikonfitmasi Melalui wa menyampaikan, bahwa terkait calon karyawan SPPG yang batal dipekerjakan tidak pernah menyarankan orang yang mendaftar meminjam ijazah.Jadi mohon maaf pak kami tidak pernah menyuruh mereka pinjam ijazah” ucapnya

 

Kata,dia ketidak lolosan menjadi karyawan di SPPG bukan hanya ke 4 ibu saja, tetapi ada 10 orang yang tidak memenuhi syarat secara juknis orang dari Dari 10 orang yang Tidak lulus ini krn memang mereka tdk memenuhi syarat seperti usia di atas 50 tahun dan tdk memiliki ijasah sekolah Dan ada beberapa syarat yg wajib mereka lengkapi utk mendaftar seperti ijasah, surat sehat, bebas narkoba dan skck.”pungkasnya

Penulis: Muh.syahrilEditor: Mustajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *