Referensi aktual mapj Polman Sulbar “kebakaran yang terjadi di Desa Galung Tuluk, Polman. Pada Sabtu malam 28 februari 2026 Mahasiswa STIKES Bina Bangsa Majene (STIKES BBM) respon cepat menjadi relawan untuk membantu korban di lokasi,Sebanyak 52 kepala keluarga atau 187 jiwa.
Kepulan asap yang membumbung di langit Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu malam, meninggalkan duka bagi puluhan keluarga.
Kebakaran yang melanda kawasan permukiman itu berdampak pada 52 kepala keluarga atau 187 jiwa yang harus kehilangan tempat tinggal.
Di tengah situasi darurat tersebut, mahasiswa STIKES BBM yang tergabung dalam organisasi Kampus Tangguh Bencana (KTB) mengambil peran sebagai tim relawan.
Mereka terlibat dalam proses penyortiran dan pendistribusian bantuan bagi warga terdampak di lokasi bencana.Ketua KTB, Anna Nita Issan, menjelaskan bahwa pihaknya segera menggelar rapat koordinasi setelah menerima informasi kejadian kebakaran. Tanpa menunggu waktu lama, tim mempersiapkan kebutuhan logistik dan langsung bergerak ke lokasi.
“Kami menerima informasi kebakaran pada Sabtu malam. Anggota langsung rapat koordinasi dan mempersiapkan diri untuk turun ke lokasi,” ujarnya.Di lapangan,
mahasiswa mendapati keterbatasan personel relawan. Proses evakuasi dan distribusi bantuan disebut masih membutuhkan dukungan tambahan dari berbagai organisasi sosial dan masyarakat.
“Kami melihat personel yang ada masih sangat kewalahan. Kami mengajak organisasi sosial dan masyarakat untuk bersama-sama membantu di lokasi,” kata Anna.
Momentum Ramadan, menurutnya, menjadi saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. Ia juga mengimbau para dermawan untuk menyisihkan sebagian rezeki guna membantu warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran tersebut.
“Semoga apa yang diberikan menjadi berkah dan bernilai ibadah,” tambahnya.
Peristiwa kebakaran permukiman di wilayah pesisir seperti Galung Tuluk kembali menyoroti pentingnya sistem mitigasi risiko kebakaran di kawasan padat penduduk.
Ketersediaan sarana pemadam, akses air, serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak kejadian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kebutuhan mendesak korban masih berlangsung, sementara bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, dan perlengkapan ibadah mulai didistribusikan secara bertahap.”pungkanya













