banner 728x250
Umum  

Bupati Majene louching layanan bendi wisata sebagai ikon Baru pariwisata mandar

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 97.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Refensi aktual mapj.com Majene, Bupati Majene, Andi Achmad Sukri secara resmi meluncurkan lounching layanan Bendi wisata kawasan wisata kota tua Majene selasa 17 Maret 2026. Di pelataran Boyang Assamalewuang Kabupaten Majene.

Kegiatan ini Dihadiri langsung wakil Bupati, Kapolres Majene, Ketua komisi III DPRD kabupaten Majene,staf ahli dan jajaran,para pimpinan OPD kabupaten Majene, perwakilan konten kreator komunitas, serta undangan lainnya.

Bupati Majene. Andi Achmad Sukri Tammalele, Dalan sambutannya mengatakan ” bahwa kabupaten Majene memiliki kekayaan sejarah Budaya seta keindahan alam yang menjadi potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata. Sala satu potensi Tersebut adalah kawasan kota tua Majene yang menyimpan berbagai jejak sejarah dengan dan identitas Budaya masyarakat Mandar.’ucapnya

Oleh karena itu , pemerintah kabupaten Majene terus berupaya menghadirkan inovasi Dalam pengembangan sektor pariwisata. Yang tidak hanya menarik Bagi wisatawan tetapi juga mampu memberikan Manfaat ekonomi Bagi Masyarakat.

Pada hari ini kita meluncur kan layanan bendi wisata, yang menjadi salah satu langkah awal dalam menghidupkan kembali suasana kawasan kota tua Majene,yang menyimpan berbagai jejak
Kawasan kota tua Majene, sebagai destinasi wisata yang unik
.
Dan berkarakter bendi sebagai transportasi tradisional bukan sekedar alat transportasi tetapi juga merupakan bagian dari warisan yang memiliki nilai Historis bagi masyarakat kita ingin memberikan pengalaman berbeda dengan masyarakat kita dengan menghadirkan bendi wisata. Pungkasnya
Di tempat yang sama Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Majene.Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si sambutannya” Wisata Bendi”, sebuah inovasi transportasi tradisional yang diyakini akan menjadi ikon baru (new icon) bagi pariwisata di Bumi Proklamasi.Inisiatif ini bertujuan menghidupkan kembali transportasi lokal sebagai sarana mobilitas utama bagi wisatawan menuju titik-titik bersejarah. Ucapnya

Wisatawan nantinya dapat merasakan sensasi slow travel menggunakan kereta kuda tradisional untuk mengunjungi destinasi ikonik, mulai dari kompleks sakral Makam Raja-Raja Sendana hingga indahnya panorama Pantai Dato di Kelurahan Pangali, Kecamatan Banggae Timur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene, Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si., didampingi Sekretaris Muh. Afiat Mulwan dan Kabid Museum Mandar, menyatakan optimisme besar terhadap program ini.

“We invite everyone to experience the soul of Mandar through this traditional carriage. It’s not just a ride; it’s a journey through our history,” ujar Ahmad Djamaan.

Beliau juga mengajak seluruh komponen masyarakat, Bupati, dan Wakil Bupati Majene untuk mendukung penuh peluncuran ini agar berjalan sukses.

Highlights Wisata Bendi Majene :
Cultural Journey : Akses transportasi khusus menuju situs sejarah Makam Raja-Raja.
Scenic Routes : Menikmati semilir angin laut menuju objek wisata unggulan Pantai Dato.

Museum Exploration : Ajakan khusus bagi turis mancanegara dan lokal untuk mengeksplorasi koleksi di Museum Mandar Majene.

Economic Impact: Menghidupkan kembali mata pencaharian kusir bendi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan peluncuran Wisata Bendi, Kabupaten Majene siap menyambut wisatawan dengan wajah baru yang lebih autentik.
Come and feel the authentic vibe of Majene—where tradition meets paradise!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *