banner 728x250
Umum  

STIKES BBM Gelar seminar kesehatan Dies natalis KE XXII 2026 perang strategis pemerintah percepatan penurunan stunting

Refensi aktualmapj Sul-Bar Majene, Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan ( STIKES) Bina Bangsa Majene menggelar Seminar kesehatan dalam rangka Dies Natalis ke XXII dengan Tema” “Peran Strategis Pemerintah dalam Percepatan Penurunan stunting Kamis 4 Juni 2026
yang diselenggarakan Di aula kampus STIKes Bina Bangsa Majene

Kegiatan tersebut Di buka secararesmi loleh Ketua STIKES Bina Bangsa Majene Yuliana Sulaiman, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Hj Nursyamsi Rahim. M.Kes selaku narasumber, wakil Bupati majene, melalui Zoom Meting Para dosen dan civitas akademika STIKes Bina Bangsa Majene,
Para kader kesehatan dan seluruh peserta seminar yang berbahagia.

Ketua STIKES BBM Yuliana Sulaiman Menyampaikan ” bahwa Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.”ucapnya

Kata,dia Melalui seminar ini kita berharap dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kebijakan, strategi, serta langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting, khususnya di Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat.
Tuturnya

Oleh karena itu Sebagai institusi pendidikan kesehatan, STIKes Bina Bangsa Majene memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, termasuk stunting.
Kami juga berharap seminar ini dapat menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, sehingga berbagai program kesehatan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.

Untuk itu Kepada para mahasiswa, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan seminar ini sebagai sarana untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masalah kesehatan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Hj Nursyamsi Rahim. Dalam sambutannya mengatakan “Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Majene, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus melakukan sinergi dalam percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, hingga masyarakat di tingkat desa. Ungkap nya

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majene melalui berbagai intervensi lapangan yang menyasar kelompok rentan

Oleh karena itu pentingnya peran mahasiswa kesehatan sebagai agen perubahan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dapat menjadi kekuatan tambahan dalam edukasi kesehatan keluarga.

Momentum Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN), kata dia, harus dimanfaatkan untuk membantu pendampingan keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah.

Untuk itu saya berpesan kepada Ketua STIKES BBM Majene agar kita bersama-sama mengeroyok persoalan stunting di Kabupaten Majene sehingga penurunannya bisa lebih signifikan,

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta seminar. Banyak mahasiswa menilai keterlibatan langsung dalam program kesehatan masyarakat menjadi pengalaman penting untuk mengasah kompetensi sekaligus memberikan manfaat nyata.

Selain itu Wakil Bupati Majene, DR. Hj. Andi Rita Mariani, S.Sos., dalam menyampaikan materi ” bahwa Penduduk Kabupaten Majene diperkirakan mencapai 188.780 jiwa, dengan luas wilayah keseluruhan tercatat sebesar 947,84 km²
Dengan pertumbuhan penduduk 1,59% dan kita lihat ada ibu hamil, bayi,balita,dewasa,lansia, dan kita memiliki 8 kecamatan 62 desa dan20 kelurahan dan 40 OPD
Dan angka stunting yang Sudah menurun termasuk, kecamatan Banggae tapi penurunan
sekalipun nya memang belum banyak jadi masih angkanya kecil sehingga di butuhkan strategi strategi jitu

Dan insyaallah tahun 2026 kita sudah menyusun satu strategi, dan mudah-mudahan ini kita bisa melaksanakan bersama-sama karena melibatkan dari komponen masyarakat, kemudian mari kita melihat stunting periksa mata, ditahun 2022sampai Tahun 2025 kalau kita lihat trend kecamatan karena ada 8 kecamatan kita lihat bahwa posisi Pamboang, tahun 2025 ini masih sangat tinggi di angka 43 jdi kalau seratus yang hamil dan melahirkan 43 itu sudah termasuk stunting, dan kita lihat kecamatan Pamboang.

Kemudian yang menurung, agak baik yaitu Banggae Timur, Banggae, tubo sendana,tapi yang paling besar, penurunan nya,26,25 itu adalah kecamatan tammero,do, kami melihat trend nya itu malunda, Pamboang, kemudian sendana ,ulumanda ini masih posisi,nya masih di atas

,oleh karena itu sya berharap,kepada teman-teman dari STIKES bina Bangsa, untuk melihat ini, supaya dalam intervensi, seperti apa model kerjasama yang kita lakukan,dari teman-teman dosen, adek 2 mahasiswa ini SDH bisa melihat dimna yang paling trendnya, plupatif,ada yang menurung, dan ada yang naik
ini bisa menjadi catatan penting kita dalam untuk melakukan kerjasama serta dalam rangka intervensi, untuk apa yang kita harus lakukan, ungkap

Oleh karena itu Data keluarga beresiko stunting, ini dikeluarkan oleh BKKBN yang dilakukan pendataan setiap 6 bulan , kita lihat jumlah keluarga, 8 kecamatan yang paling besar jumlah keluarga di kecamatan banggae.
Sehingga dapat melihat keluarga sasaran seperti calon pengantin

Kalau keluarga yang beresiko stunting itu ada
sekalipun penurunan nya memang belum banyak jdi masih angkanya kecil sehingga di butuhkan strategi strategi jitu.

Kata,dia tahun 2026 kita sudah menyusun satu strategi, dan mudah-mudahan ini kita bisa melaksanakan bersama, karena ini melibatkan dari komponen masyarakat,

Untuk itu mari kita melihat stunting periksa mata, ditahun 2022sampai Tahun 2025 kalau kita lihat trend karena ada 8 kecamatan kita lihat bahwa posisi Pamboang, tahun 2025 ini masih sangat tinggi di angka 43 jdi kalau seratus yang hamil dan melahirkan sehingga termasuk keluarga stunting, kecamatan Pamboang.

Kemudian yang menurung, agak bagus Banggae Timur, Banggae, tubo sendana,tapi yang paling besar, penurunan nya,26,25 itu di, kecamatan tammero,do, dan kami lihat trend nya itu malunda, Pamboang, kemudian sendana ,ulumanda ini masih posisi,nya masih di atas,

oleh karena itu sya berharap,kepada teman-teman dari STIKES bina Bangsa, untuk melihat ini, supaya dalam intervensi, seperti apa model kerjasama yang kita lakukan,dari teman-teman dosen, serta adek- adek mahasiswa ini SDH bisa melihat dimna yang paling trendnya, plupatif,ada yang menurung, dan ada yang naik terus ini bisa menjadi catatan penting kita dalam untuk melakukan kerjasama serta dalam rangka intervensi, untuk apa yang kita harus lakukan,

Data keluarga beresiko stunting, data ini dikeluarkan oleh BKKBN yang dilakukan pendataan setiap 6 bulan , dan kita lihat bahwa jumlah keluarga, 8 kecamatan yang paling besar jumlah keluarga di kecamatan banggae.

Untuk itu melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus. Mereka lah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi I
anak-anak bangsa, mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya.

saya ingin kembali menekankan bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Komitmen Pemerintah
Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden No. 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Substansinya mengadopsi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan
kita harus berinvestasi pada intervensi gizi sejak sekarang. Investasi ini adalah kunci yang akan membentuk masa depan bangsa kita. (muh.syahril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *